MEDAN (29/5) --- ‘’Jadilah emas,...
MEDAN (29/5) --- ‘’Jadilah emas, karena pada hakikatnya manusia dilahirkan sebagai emas. Sebagai rescuer pun demikian, dia muncul sebagai emas. Siapa yang mampu benahi dan mengemas diri, maka dia adalah (rescuer) emas,’’ demikiansambutanDirekturBinaTenagadanPemasyarakatan SAR, Marsekal Pertama (TNI) HadiTjahjadi, saat Jam Pimpinan seusai pembukaan Diklat Lanjutan Jungle Rescue IX Regional I Tahun 2013, Rabu (29/5).{READMORE}
Menurut Direktur, menjadi emas adalah membangun karakter (character building) yang semestinya dilakukan oleh insan yang ingin maju. Beliau menekankan seluruh peserta untuk tetap semangat, mengikuti aturan yang ditetapkan demi mencapai Basarnas yang besar.“Jadilah insan yang lebih baik, yang berkualifikasi dan profesional. Karena rescuer adalah ujung tombak Basarnas,’’ tegas Direktur.
Diklat Lanjutan Jungle Rescue IX yang akan berlangsung 14 hari, mulai tanggal 29 Mei s/d 11 Juni 2013, dengan mengambil tempat di Kantor SAR Medan dan Sibolangit (teori) dan Gunung Sibayak (praktik). Kepala Seksi Potensi Kantor SAR Medan selaku Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya mengatakan, bahwa tujuan dilaksanakan pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan anggota SAR Regional I di bidang Jungle Rescue, serta meningkatka nsumber daya manusia SAR dalam menunjang kegiatan operasi SAR, khususnya dalam penanganan musibah di medan gunung-hutan. Selain itu, juga diupayakan peningkatan koordinasi dan pembinaan anggota SAR.
Seluruh Kantor SAR se-Sumatera, minus Kantor SAR Lampung yang masukke Regional II mengirimkan peserta. Tercatat 40 orang peserta, terdiridari Kantor SAR Medan (8 orang), Kantor SAR Aceh (6), Kantor SAR Pekanbaru (5), Kantor SAR Tanjungpinang (5), Kantor SAR Jambi (2), Kantor SAR Padang (5), Kantor SAR Palembang (5), dan Kantor SAR Bengkulu (2), dan Kantor SAR Pangkalpinang (2).
Instruktur yang mendukung kegiatan ini berasal dari Kantor Pusat (1 orang), Kantor SAR Medan (), dansatu orang dari masing-masing Kantor SAR peserta.Dilibatkan juga sebagai mentor/pembimbing siswa didik sebanyak dua orang, masing-masingdari Kantor SAR Medan dan Brimob Polda Sumatera Utara. Terlibat juga tujuh orang asisten instruktur yang seluruhnya berasal dari Kantor SAR Medan.Seluruh kegiatan disupervisi oleh seorang instruktur senior dari Balai Diklat Basarnas.
Peserta dari Kantor SAR Tanjungpinang masing-masing Muhammad Adi Prabowo, Arie Tristiawan, Bagus Aditya, Sugeng Ariyanto, dan Hari Oktarian. Sementara Yones Hermanto dilibatkan sebagai instruktur.
Hadir dalam acara pembukaan yang dilaksanakan di halaman Kantor SAR Medan, antara lain Kepala Balai Diklat Noer Isrodin Muchlisin Spd, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Anggit M. Satoto, S.S M.M, dan seluruh Kepala Kantor SAR pengirim peserta. Kepala Kantor SAR Jambi, Bengkulu dan Pangkalpinang berhalangan hadir, dan hanya Kantor SAR Pangkalpinang, yang mengirimkan wakilnya yaitu Kepala Sub Seksi Operasi, Heri Marantika, Amd.
Investasi
Peserta pelatihan akan mendapatkan pembekalan materi berupa navigasi darat,pencarian di darat, survival, perawatan darurat, komunikasi, tanduisasi, evakuasi di kemiringan, manajemen operasi SAR, dan geladi posko (kering).
Sebelumnya, semua Kepala Kantor SAR yang hadir memberikan wejangan kepada delegasi masing-masing. Bahwa peserta pantang mangge’(bahasa Padang: manja, merajuk) selama mengikuti pelatihan. Instruktur diharapkan tegas dan perlakukan peserta seperti sudah menjadi standard pelatihan sehingga tercipta rescuer-rescuer handal seperti yang diharapkan. Demikian petuah dari Dasair, Kepala Kantor SAR Padang.
Kepala Kantor SAR Medan pada kesempatan yang sama mengingatkan peserta untuk memanfaatkan momenini sebagai investasi, sebagai bekal untuk maju. Tidak hanya untuk memajukan diri, Kantor SAR-nya, tetapijugaBasarnas. Bahkan apa bila suatu saat terjadi musibah massal dengan skala yang besar, sangat dimungkinkan pelibatan rescuer dari sejumlah Kantor SAR.
Olehkarena itu, Kepala Kantor SAR Aceh, Setiawan Gerda Justitia menambahkan, peserta tidak boleh merasa terpaksa mengikuti kegiatanini.Karena keterpaksaan justru menciptakan tembok penghalang untuk maju.
‘’Sayang sekali apabila kalian merasa terpaksa berangkat kesini. Kalian hanya akan membuang waktu dan tidak mendapatkan apa-apa. Munculkan rasa suka, kalahkan dengan motivasi agar bisa kembangkan diri dan memajukan Basarnas.’’
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang merasa perlu memberikan semangat kepada peserta dari Tanjungpinang. “Meskipun wilayah Kepulauan Riau didominasi 96 persenperairan, kalian tetap perlu menimba ilmu penanganan darat ini. Beberapa wilayah kepulauan memiliki perbukitan yang sering dijadikan wahana petualangan bebas. Oleh karena itu, antisipasi kegiatan itu dengan bekal yang diberikan pada pelatihan ini. Cegah dan minimalisasi hal yang tidak diinginkan, jangan pernah menyepelekan kondisi alam di Tanjungpinang,’’ tegas Kakansar Tanjungpinang
“Jangan menunggu kesempatan belajar. Terus kembangkan diri, maka kesempatan itu akan datang dengan sendirinya,’’ tambah Kakansar. (humas tpi -bhu)