KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TANJUNGPINANG "TANJAK RESCUE" TANGGUNGJAWAB, JUJUR, AMANAH DAN KEIKLASAN


TIM SAR GABUNGAN HENTIKAN PENCARIAN PENYELAM WNA ASAL BELANDA YANG HILANG DI JOHOR DAN DIDUGA HANYUT KE PERAIRAN INDONESIA


Didasari evaluasi dan kesepakatan potensi Search and Resque (SAR) gabungan dengan tidak ditemukannya korban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menyatakan pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda yang hilang di Johor dinyatakan selesai dan ditutup, Minggu (17/04/2022).

 

Tim gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, MRSC Putrajaya, TNI AL, Bakamla Batam, Polair Polda Kepri, UPP Tg Uban dan HNSI Bintan dengan jumlah personel sebanyak 20 orang dinyatakan selesai.

 

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, empat orang warga negara asing dari Norwegia, Prancis, Belanda dan Inggris yang sedang menyelam di Perairan Pulau Tokong Sanggol Mersing, Johor Bahru, hilang pada 6 April 2022 lalu sekitar pukul 06.35 WIB.

 

Tiga telah ditemukan dan seorang lainnya masih hilang yang diperkirakan berada di Bintan. Tim SAR Gabungan pun memperluas area pencarian untuk menemukan penyelam tersebut.

 

Sebelumnya Dua orang diantaranya ditemukan di perairan Bintan pada 9 April 2022 lalu, dan seorang lainnya masih dilakukan pencarian di sekitar Bintan.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi mengatakan, bahwa pihaknya telah memperluas area pencarian hingga 20 Nautical Mile (20NM) dan akan dilakukan hingga 7 hari sesuai standart operation procedure (SOP) pencarian.

 

“hingga hari ini perkembangan masih nihil, kita memperluas area pencarian dan dilakukan sesuai standart hingga 7 hari,” kata Slamet.

 

Proses SAR akan dihentikan pada tanggal 17 April 2022 mendatang, namun tergantung perkembangan dan situasi di lapangan.

 

Kantor Pencarian dan Pertolongangn Tanjungpinang menerima laporan hilangnya para penyelam yang merupakan para wisatawan di negeri seberang itu, pada tanggal 7 April 2022 pukul 09 40 WIB, salah satu penyelam ditemukan oleh kapal tunda/Tongkang kemudian diselamatkan oleh helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) AW 139.

 

Korban dibawa ke RS Mersing, Johor Bahru untuk mendapatkan perawatan medis. Korban diidentifikasi sebagai Kristine Groedem. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk mencari 3 korban yang tersisa.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi, Selasa (12/04) mengatakan, pada 9 April 2022 pada pukul 09.00 WIB ditemukan dua orang penyelam di perairan Bintan dalam keadaan selamat teridentifikasi bernama Alexia Alexandra Molina / Wanita / 18 tahun / Prancis dan Adrian Peter Chesters / Pria / 46 tahun / Inggris.

 

“seorang korban masih hilang dan diduga korban mungkin hanyut ke perairan Indonesia,” kata Slamet.

 

Menurut Pernyataan resmi BASARNAS Tanjungpinang, pihaknya menerima informasi tersebut berawal dari MRCC Putrajaya melalui email, kemudian ditindaklanjuti dengan SARMAP Prediction BASARNAS Bahwa diduga korban hanyut di perairan lagoi Bintan. Korban yang masih dalam pencarian dengan rincian:

 

Nama : Nathan Renze Chesters

Jantina : Lelaki

Umur : 14 tahun

Warganegara : Nederlands

No Passport : NWPL39RJ3

 

“kita mengerahkan sejumlah kapal patroli dan 14 orang tim pencarian di sekitar lokasi yang diduga hilang,” kata Slamet.

 

 

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : tanjungpinang
17 April 10:47 WIB