KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TANJUNGPINANG "TANJAK RESCUE" TANGGUNGJAWAB, JUJUR, AMANAH DAN KEIKLASAN


Terbang dari Batam Tujuan Tanjungpinang, Pesawat Foker Hilang Kontak di Gunung Bintan


BINTAN - Sebuah pesawat fokker dengan rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim, Batam dengan tujuan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang hilang kontak, Minggu (15/11) pagi. 
Airnav Bandara RHF Tanjungpinang melaporkan bahwa pesawat dengan panjang lebih kurang 12 meter yang membawa lima orang itu terpantau terakhir di Gunung Bintan, Desa Bintan Buyu. Kecamatan Teluk Bintan. 

Kelimanya yakni 1 orang pilot bernama Satria, 37, asal Semarang dan 4 orang penumpang yakni masing-masing bernama Safri, 45, Agus. 30 dan Robert, 25 serta Amir, 27. 
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Mu'min Maulana membenarkan adanya kecelakaan pesawat dengan rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim, Batam dengan tujuan Bandara RHF, Tanjungpinang. "Pesawat berangkat sekira pukul 07.50 WIB. Perkiraan sampai sekira pukul 08.50 WIB, namun Airnav Bandara RHF Tanjungpinang menginformasikan bahwa mesin pesawat rusak dan last contact," katanya. 

Informasi itu ditindaklanjuti dengan berkoordinasi ke seluruh instansi terkait agar segera bergerak ke lokasi kejadian. Di lokasi saat ini, satgas yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP dan dibantu masyarakat setempat bersiap menyisir hutan di Gunung Bintan untuk menemukan para korban. 

Tim dibagi tiga, masing-masing tim terdiri dari 7 sampai dengan 8 orang. Dijelaskannya, masing-masing tim menyisir lokasi hilangnya pesawat dari kaki gunung sampai ke atas. Kendala pada saat itu, hujan mengiringi penyisiran para korban. Dua jam berselang, satgas menemukan satu per satu korban kecelakaan penumpang.  Semua korban selamat. 4 orang bisa berjalan sedangkan 1 orang pilot mengalami cidera di tulang punggung bagian belakang.  "Kita tandu korban dari atas ke bawah dekat air terjun Gunung Bintan," ujarnya. 

Evakuasi para korban kecelakaan pesawat yang hilang kontak di Gunung Bintan, ialah latihan SAR daerah 2020 yang dilaksanakan Basarnas Tanjungpinang selama empat hari, 13-16 November 2020. 
Kegiatan dibuka oleh Pjs Bupati Bintan, Buralimar di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang di Kota Tanjungpinang, Sabtu (14/11). Kemudian dilanjutkan pada Minggu (15/11), di lapangan tepatnya di Gunung Bintan dengan skenario evakuasi dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat. Ia mengatakan, latihan diikuti 30 orang yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, mahasiswa UMRAH Tanjungpinang dan masyarakat. 

Dari latihan SAR daerah yang telah melibatkan antar instansi, ia berharap, dapat meningkatkan sinergi dan berkoordinasi jika ada terjadi sesuatu di daerah maka dapat ditangani dengan baik. 
"Koordinasi antarinstansi makin baik dan kompak," harapnya. Tidak lupa, dia menambahkan bahwa latihan SAR Daerah 2020 memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. 
"Latihan SAR daerah ini menjadi pengalaman dan ilmu bagi kita ke depan dalam menjalankan tugas kita," ujarnya.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : Recylia
16 November 8:00 WIB