KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TANJUNGPINANG "TANJAK RESCUE" TANGGUNGJAWAB, JUJUR, AMANAH DAN KEIKLASAN


M. ALFATIH SATU DIANTARA TIGA BOCAH YANG TENGGELAM DAN TERSERET ARUS DITEMUKAN TIM SAR GABUNGAN DALAM KONDISI MENINGGAL DUNIA


M Alfatih (10 tahun), satu diantara tiga bocah yang tenggelam dan terseret arus saat berenang bersama dua temannya di perairan Batu Merah Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam pada Jumat(15/4/2022) sekitar pukul 13.30 WIB kemarin, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat sekitarnya dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (16/4/2022) sekira pukul 23.10 WIB.

 

Dalam kejadian tersebut, 2 korban sebelumnya Al Daffa (8 tahun) dan M. Arkano Tafazio (10 tahun) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia beberapa saat setelah kejadian.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Slamet Riyadi membenarkan bahwa telah terjadi Ops SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) dan satu orang diduga terseret arus saat berenang di Perairan Batu Merah Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam atas nama M Alfatih tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

 

“Benar, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan setempat bahwa telah menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia (MD) di perairan Batu Ampar. Selanjutnya korban di evakusi menuju rumah duka.,” kata Slamet Riyadi.

 

Atas penemuan jasat korban tersebut, ujarnya, maka upaya Tim Ops SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) ditutup dan seluruh unsur kembali kepangkalannya masing-masing

 

“Adapun personil yang bergerak saat itu. yakni Tim Rescue Pos SAR BTM sebanyak 6 orang, Polair Mabes Polri 5 orang, Polair Polda Kepri 5 orang, Polair Polresta Barelang 5 orang, Polsek Batu Ampar 5 orang, TNI AL 3 orang, masyarakat setempat 30 orang sehingga total 59 orang,” ucapnya



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : tanjungpinang
16 April 10:11 WIB