Basarnas : Maksimalkan Deteksi Dini, Tekan Korban Jiwa


Tanjungpinang (KEPRI)- Direktur Sistem Komunikasi, Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji mengatakan Sosialisasi Sistim Deteksi Dini adalah untuk memberikan informasi kepada para operator tentang pentingnya sistem deteksi dini milik Badan Nasional Pencarian Pertolongan (BASARNAS) untuk menjalin kerja, dan bersinergi dalam mengantisipasi adanya kecelakaan dalam meminimalisasikan korban.

Dikatakannya, sistim deteksi dini adalah lokal user terminal (LUT) dapat memproses signal marabahaya dari radio beacon yang terdeteksi oleh satelit cospas-sarsat (Indonesia Leolut &Meolut) yang bertujuan memberikan informasi distress alert dan memberikan data lokasi.

Dia berharap kepada Pemilik angkutan laut agar secepatnya mengregistrasikan EPIRB disetiap kapal yang bertujuan mempercepat penanganan operasi pencarian, dan memastikan radio beacon menggunakan kode Negara Indonesia (525). Ia mengatakan, untuk wilayah Tanjungpinang sinergitas Basarnas dengan TNI, Polri, instansi terkait masalah kebencanaan cukup baik dan perlu diapresiasi, Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, terkadang saat menerima informasi di tengah laut ada kecelakaan tiba-tiba sudah ada kapal yang membantu, ketika ada bencana TNI sudah ada di lokasi.

“Ini bukti bahwa sinergitas terjalin dengan baik, meskipun kami punya respon time waktu 30 menit, begitu terima info yang akurat dalam waktu paling lama 30 menit kami harus sampai di lokasi,” imbuhnya.

Beacon adalah suar pemancar sinyal mara bahaya seperti perangkat elektronik yang diaktifkan pada saat situasi yang mengancam jiwa, agar petugas penyelemat dapat segera menemukan lokasi dan memberikan pertolongan. Alat ini ada tiga tipe yakni EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) ini digunakan di kapal, yang kedua ELT (Emergency Locator Transmitter) ini digunakan di pesawat terbang dan yang terakhir PLB (Personal Locator Beacon) ini digunakan perorangan di lokasi terpencil.

Cara registrasi EPIRB 406 MHz bisa secara manual dan datang ke kantor Badan Pertolongan dan Pencarian Tanjungpinang atau dengan mengajukan surat pengantar registrasi epirb 406 MHz dan mengisi formulir registrasi yakni nama perusahaan, detail data kapal, dan emergency contact, atau melalui online di www.basarnas.go.id. Dan tanpa dipungut biaya sepeserpun, ” ujar Dirsiskom kepada awak media, Selasa (12/3) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang.

Ditempat yang sama, Kepala KSOP Tanjungpinang, Aprianus Hangky menyampaikan apresiasi apa yg dilakukan BASARNAS, khususnya Kantor Pertolongan dan Pencarian Tanjungpinang. Semoga masyarakat yang menggunanakan jasa laut, untuk dapat memastikan keselamatan pelayaran untuk mengurangi jumlah korban yang muncul. Bahwa beberapa hari yang lalu, respon kita kapal very menuju singapura kandas diperairan Karang Gelang dan kita melakukan koordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang langsung ditangani degan cepat dan tepat.

Tanjungpinang merupakan pelabuhan yang memiliki keluar masuk penumpang yang sangat besar dan peringkat 1 di Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menghindari musibah dilaut butuh koordinasi dengan pihak lain. Selanjutnya, bahwa pelabuhan di kepri merupakan pelabuhan yang sangat padat. Setiap ada kejadian menimpa kapal indonesia kita harus secepatnya merespon dan tidak pernah berhenti dari lintasan kapal. Karena masyarakat kepri pada umumnya kerja diatas kapal, dan ia berharap agar memperhatikan keselamtan diatas kapal dan bisa diaplikasikan,” tutur Kepala KSOP.

Dalam kegiatan tersebut nampak hadir Kamondan Lantamal IV Tanjungpinang mewakili, Komandan Lanud RHF Tanjungpinang, Komandan Wing Udara I Tanjungpinang, Komandan Lanudal Tanjungpinang mewakili, Komandan Yon Marhanlan IV Tanjungpinang, Kepala KSOP Tanjungpinang, dan Kasubdit penyiapan hubungan komunikasi dan sertifikasi BASARNAS dan sekaligus membuka acara.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : tanjungpinang
12 March 0:00 WIB